Minggu, 10 November 2013


hahaha.. aku adalah jin dari pantai barat. itulah sapaan seekor sapi pejantan ketika saya datang menghampirinya. Hampir tidak percaya tapi hal tersebut benar keasliannya, ini benar terjadi tapi mungkin hanya terjadi sekali dalam mimpi saya ahaha piss.
http://www.facebook.com/seanhatemonday
http;//www.twitter.com/seanhatemonday

Minggu, 20 Oktober 2013

Pembukaan Lomba dan Kontes Ternak se Indonesia Timur oleh Gubernur Sulteng Longki Djanggola

Penyambutan Gubernur Longki Djanggola oleh Wakapolda Sulteng Kombes.Pol. Rudolf pada Lomba dan Kontes Ternak di Bukit Jabal Nur STQ Palu(7/10) (Foto: Muhammad Ihsyan Gangga)
       Kehadiran Gubernur Longki Djanggola pada pembukaan Lomba dan Kontes Ternak se-Indonesia Timur disambut dengan penuh semangat oleh Wakapolda Kombespol. Rudolf di depan pintu masuk kegiatan ini berlangsung. Siang itu Longki Djanggola di undang untuk meresmikan pembukaan Lomba dan Kontes Ternak setelah itu ia diminta untuk menyuntikkan Sperma sapi jantan Pedaging kepada sapi lokal yang memang kurang baik dalam produksi daging selama ini. Hal ini dimaksudkan agar sapi lokal betina memiliki keturunan yang bisa untuk produksi daging untuk ketahanan bahan pangan daging daerah.
      Gubernur Longki Djanggola yang hadir dalam kegiatan tersebut juga menyaksikan berbagai pertunjukan yang diselenggarakan oleh panitia salah satunya adalah tarian daerah Sulawesi Tengah. Selain itu ia juga menyaksikan pertunjukan anjing oleh komunitas Dog Lovers Palu yang berlangsung selama kurang lebih 30 menit sebelum ia juga menyaksikan langsung pertunjukan kambing Etawa yang di datangkan langsung dari pulau Jawa.
      Kegiatan ini dimaksudkan agar timbul kesadaran masyarakat untuk meningkatkan produksi ternak lokal dan selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk mensosialisasikan cara serta perawatan yang baik dan benar kepada hewan ternak baik kepada peserta dari luar sulawesi maupun peserta lokal agar produktifitas ternak mereka dapat meningkat. (Ditulis oleh: Muhammad Ihsyan Gangga 7/10)

Senin, 07 Oktober 2013

Konglomerasi terhadap Media dan Pemilu 2014

Konglomerasi media merupakan hak kepemilikan atau kekuasaan penuh yang dimiliki suatu golongan atau individu terhadap media baik media lokal maupun nasional. Dampak dari konglomerasi media membuat sejumlah jurnalis senior nasional “kegerahan” karena konglomerasi media secara tidak langsung membatasi ruang gerak serta independensi jurnalis yang berada dalam naungan media tertentu untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Akhir akhir ini, pemilik modal mulai terang-terangan dalam mempromosikan dirinya atau golongannya di medianya baik dalam bentuk iklan maupun dalam berita. Contohnya antara lain ketua umum Partai Golkar Aburizal Bakrie yang mempunyai hak kepemilikan terhadap sejumlah media nasioal ternama seperti tvOne, ANTV, dan vivanews.com. Contoh lainnya yaitu hak kepemilikan ketua umum Partai Nasdem Surya Paloh terhadap Media Group seperti MetroTV, Media Indonesia, dan Lampung Post. Dan yang teranyar saat ini yaitu keikutsertaan Hary Tanoesoedibjo yang notabene memiliki hak penuh terhadap sejumlah media besar yang tergabung dalam MNC Group seperti RCTI, GlobalTV, MNCTV, Koran Sindo, Sindotv dan sejumlah media cetak dan online ke dalam partai Hanura sebagai ketua dewan pembina Partai Hanura sekaligus menjadi calon wakil presiden 2014 mewakili Letjen. Purn. Wiranto. Kepemilikan saham yang besar terhadap media nasional khususta media elektronik oleh oleh sejumlah partai besar akan menimbulkan masalah tersendiri apalagi menjelang Pemilu 2014 dikhawatirkan membuat sejumlah karya jurnalis menjadi tidak independen lagi dengan kata lain karya jurnalis akan mengarah sesuai dengan ideologi pemilik modal yang tentu saja akan berdasar pada ideologi partai yang menaunginya. Dampak moralnya, masyarakat akan disuguhi berbagai berita di media yang memuat tentang bagaimana aktivitas keseharian pemodal media dalam menjalankan aktivitas sosialnya di masyarakat yang tentu saja sarat mengandung unsur kampanye politik. Berita yang disuguhkan kepada masyarakat tidak lagi bersifat netral atau independen melainkan di dalamnya penuh unsur kepentingan individu atau golongan semata yang difungsikan untuk mempengaruhi bahkan dapat mengubah persepsi masyarakat menjadi suka atau peduli terhadap tokoh yang diusung oleh partai politik peserta pemilu 2014 baik sebagai calon presiden maupun sebagai calon wakil presiden. Sejumlah konglomerat media tidak lagi semata-mata menggunakan medianya untuk kepentingan bisnis tapi juga telah merambah ke dunia perpolitikan nasional. Hal ini membuat partai-partai besar merangkul konglomerat media sebagai partner dalam kepentingan kekuasaan dan tidak lagi berdasarkan pada elektabilitas serta kualitas orang yang terkait. Karena menurut William L Rivers (2003) “Pemberitaan melalui media itu memiliki posisi sangat penting. Apalagi menyangkut media televisi yang tentu saja dianggap memiliki daya hegemoni yang lebih canggih daripada media lainnya. Pengaruh media semacam televisi, pelan tapi pasti, akan mempengaruhi pola pikir masyarakat”. Apalagi di Indonesia yang hampir seluruh wilayahnya dari Sabang sampai Merauke bisa menangkap siaran televisi. Ini artinya berbagai propaganda atau iklan bisa dengan cepat dan efektif terserap berbagai lapisan masyarakat. Tentu ini memiliki dampak yang buruk jika media yang canggih itu disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebagai salah satu dampaknya, kebebasan pers sebagai bagian dari pilar demokrasi akan menjadi anomali dan independensinya akan berkurang sedikit demi sedikit. Anomali tersebut terlihat bahwa pers sekarang khususnya media televisi sudah tidak lagi menggunakan fungsi edukatif dan informatifnya dengan baik untuk kepentingan masyarakat. Informasi yang disuguhkan pun cenderung bias. Alih-alih memberikan edukasi dan informasi, pers yang terhegemoni syahwat politik yang cenderung menyesatkan. Pers tak ubahnya menjadi mesin pendulang citra. Realitas berita yang disampaikan pun cenderung satu arah dan tidak berimbang.

Senin, 24 Juni 2013

Defenisi dan Fungsi Desai Grafis

Defenisi Desain Grafis Desain Grafis berasal dari 2 buah kata yaitu Desain dan Grafis, kata Desain berarti proses atau perbuatan dengan mengatur segala sesuatu sebelum bertindak atau merancang. Sedangkan Grafis adalah titik atau garis yang berhubungan dengan cetak mencetak. Jadi dengan demikian Desain Grafis adalah kombinasi kompleks antara kata-kata, gambar, angka, grafik, foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bias menggabungkan elemen-elemen ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus atau sangat berguna dalam bidang gambar. Desain biasa diterjemahkan sebagai seni terapan, arsitektur, dan berbagai pencapaian kreatif lainnya. Dalam sebuah kalimat, kata “desain” bisa digunakan baik sebagai kata benda maupun kata kerja. Sebagai kata kerja, “desain” memiliki arti “proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru”. Sebagai kata benda, “desain” digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah proses kreatif, baik itu berwujud sebuah rencana, proposal, atau berbentuk obyek nyata. Proses desain pada umumnya memperhitungkan aspek fungsi, estetik dan berbagai macam aspek lainnya, yang biasanya datanya didapatkan dari riset, pemikiran, brainstorming, maupun dari desain yang sudah ada sebelumnya. Akhir-akhir ini, proses (secara umum) juga dianggap sebagai produk dari desain, sehingga muncul istilah “perancangan proses”. Grafika adalah segala cara pengungkapan dan perwujudan dalam bentuk huruf, tanda, dan gambar yang diperbanyak melalui proses percetakan guna disampaikan kepada khalayak. Contohnya adalah: foto, gambar/drawing, Line Art, grafik, diagram, tipografi, angka, simbol, desain geometris, peta, gambar teknik, dan lain-lain. Seringkali dalam bentuk kombinasi teks, ilustrasi, dan warna. Dalam bahasa Indonesia, kata “grafis” sering dikaitkan dengan seni grafis (printmaking) dan desain grafis atau desain komunikasi visual. Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam disain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. disain grafis diterapkan dalam disain komunikasi dan fine art. Seperti jenis disain lainnya, disain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (desain). Fungsi Desain Grafis Manfaat desain grafis tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Hampir sebagian besar sektor kehidupan didunia ini memerlukan seorang desainer. Desain grafis merupakan proses untuk menciptakan tampilan sebuah publikasi, presentasi, atau di situs web yang menarik dengan cara logis. Oleh karena itu, tidak dapat kita pungkiri ketika desain selesai dikerjakan atau dibuat maka hasilnya akan terlihat menarik perhatian, menambah nilai, meningkatkan minat audiens, simpel terorganisir, memberikan penekanan selektif, dan menciptakan kesatuan yang utuh. Sederhana saja, begitu besarnya kontribusi dan manfaat desain grafis sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan ini. Pada dunia pendidikan contohnya, buku-buku yang dicetak dan dipelajari anak-anak, didesain sedemikian rupa oleh seorang desainer. Begitu pula dengan dunia bisnis, brosur, logo, kartu nama, dan desain website termasuk pada katagori desain grafis. Selain itu juga ada manfaat yang dapat diraih oleh seorang desainer dengan mempelajari desain grafis, sebagai berikut: 1. Mempercepat proses pekerjaan dengan cara menyajikan suatu pekerjaan dalam bentuk grafis 2. Memperkenalkan dunia desain grafis kepada masyarakat luas (secara umum) sehingga dapat diimlementasikan di dalam lingkunganya 3. Memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang program aplikasi desain grafis 4. Mempersiapkan masyarakat (generasi muda/mahasiswa/kaum terpelajar) agar dapat memahami dengan mudah pesan-pesan yang disampaikan dalam bentuk grafis.

Senin, 01 April 2013

Ruang Lingkup Desain Komunikasi Visual

Sebagian orang secara sempit mengartikan DKV (Desain Komunikasi Visual) sebagai tukang buat reklame pinggir jalan atau iklan jalan yang berembel-embel advertising, sehingga memandang sebelah mata orang yang bergelut di bidang desain. Orang banyak mengira bahwa desain komunikasi visual itu identik dengan iklan. Benar memang, namun tidak sepenuhnya betul. Iklan adalah hanya salah satu bidang yang dihasilkan oleh desain komunikasi visual. Namun bagi kalangan praktisi periklanan dan dunia akademik di bidang komunikasi istilah ini telah dikenal, walaupun Desain Komunikasi Visual merupakan istilah yang baru. Kalangan akademis menyebutnyapun beragam, ada yang menyebut sebagai DKV (Dekave) atau DISKOM, yang merupakan akronim dari Desain Komunikasi Visual. Desain Komunikasi Visual saat ini mungkin semua orang sudah sering mendengar istilah ini, namun masih saja banyak yang belum mengetahui betul istilah tersebut dan sejauh mana ruang lingkup hingga pengaruhnya dalam kehidupan kita sehari-hari. Secara tidak sadar kehidupan kita dikelilingi produk-produk DKV. Desain komunikasi visual sendiri berasal dari tiga kata, desain (dari bahasa Inggris design yang diambil dari bahasa Latin designare) yang artinya merencanakan atau merancang. Dalam hal ini ada unsur untuk mengenali permasalahan, menetapkan tujuan dan menentukan pemecahan. Kemudian kata komunikasi yang berarti menyampaikan suatu pesan dari komunikator (penyampai pesan) kepada komunikan (penerima pesan) melalui suatu media dengan maksud tertentu. Komunikasi sendiri berasal dari bahasa Inggris communication yang diambil dari bahasa Latin communicatio yang artinya berbagi/membagi. Sementara kata visual sendiri bermakna segala sesuatu yang dapat dilihat dan direspon oleh indera penglihatan kita yaitu mata. Berasal dari kata Latin videre yang artinya melihat yang kemudian dimasukkan ke dalam bahasa Inggris visual. Jadi desain komunikasi visual bisa dikatakan sebagai seni menyampaikan pesan (arts of commmunication) dengan menggunakan bahasa rupa (visual language) yang disampaikan melalui media berupa desain. Dengan tujuan menginformasikan, mempengaruhi hingga merubah perilaku target audience sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Bahasa rupa yang dipakai berbentuk grafis, tanda, simbol, ilustrasi gambar/foto, tipografi/huruf dan sebagainya yang disusun berdasarkan khaidah bahasa visual yang khas. Isi pesan diungkapkan secara kreatif dan komunikatif serta mengandung solusi untuk permasalahan yang hendak disampaikan (sosial maupun komersial ataupun berupa informasi, identifikasi maupun persuasi). Ruang lingkup Desain Komunikasi Visual Meliputi: advertising (periklanan), animasi, desain identitas usaha (corporate identity), desain marka lingkungan, multimedia, desain grafis industri (promosi), desain grafis media (buku, surat kabar, majalah, dll, cergam (komik, karikatur, poster), fotografi, tipografi dan ilustrasi Sekilas Sejarah Istilah Desain Komunikasi Visual di Indonesia:: Istilah desain komunikasi visual yang baru populer belakangan ini, sebenarnya baru dikenal di Indonesia pada awal tahun 1980-an. Dimunculkan oleh Gert Dumbar (seorang desainer grafis Belanda) pada tahun 1977, karena menurutnya desain grafis tidak hanya mengurusi cetak-mencetak saja. Namun juga mengurusi moving image, audio visual, display dan pameran. Sehingga istilah desain grafis tidaklah cukup menampung perkembangan yang kian luas. Maka dimunculkan istilah desain komunikasi visual seperti yang kita kenal sekarang ini. Perbedaan Desain Komunikasi Visual dan Desain Grafis Istilah desain komunikasi visual sendiri sudah dijelaskan di atas. Sedangkan desain grafis sendiri memang salah satu istilah yang paling sering disalahtukarkan dengan Desain Komunikasi Visual. Memang keduanya sangat berhubungan erat, namun sebenarnya ada perbedaan di antara keduanya. Desain grafis – atau graphic design. Kata grafis menurut etimologi adalah berasal dari kata graphic (bahasa Inggris) yang berasal dari bahasa Latin graphe (yang diadopsi kata Yunani graphikos), yang berarti menulis, menggores atau menggambar di atas batu. Desain grafis adalah suatu konsep pemecahan masalah rupa, warna, bahan, teknik, biaya, guna dan pemakaian yang diungkapkan dalam gambar dan bentuk. Dalam desain grafis masalahnya mencakup berbagai bidang seperti teknik perencanaan gambar, bentuk, simbol, huruf, fotografi dan proses cetak disertai pula dengan pengetahuan tentang bahan dan biaya. Orang yang berkarya di bidang desain grafis maka disebut sebagai desainer grafis (graphic designer), namun anehnya orang yang bekerja di bidang desain komunikasi visual, sangat jarang sekali disebut sebagai desainer komunikasi visual. Biasanya sebutan yang diberikan tetap saja desainer grafis. Dirangkum dari berbagai sumber.

Sabtu, 16 Maret 2013

 JENDELA JOHARI DALAM ILMU KOMUNIKASI

Pernah dengar Johari Window..? Ituloh.. Jendela yangmencerminkan 4 Kepribadian pada diri sendiri. Istilah kerennya jendela Johari. Jendela ini dibuat agar kita lebih mudah mengenal diri kita sendiri, psikolog terkenal dari Amerika Serikat bernama Joseph Luft dan Harrington Ingham menciptakan sebuah konsep bernama Johari Window atau Jendela Johari pada tahun 1955. Konsep ini bilang bahwa ada empat jendela yang bisa menggambarkan pengenalan diri kita, yaitu…

1. Open Area
Jendela ini menggambarkan hal-hal (bisa perilaku, persepsi, emosi, pengetahuan, pola pikir, dan keahlian) yang kita ketahui dan orang lain juga tahu tentang hal itu. Misalnya, kita adalah ketua OSIS yang punya kemampuan sebagai pemimpin, jago bikin keputusan sekaligus disiplin. Makanya, teman teman dan gurupun nggak ragu dengan kapasitas kita sebagai OSIS.
Pengaruhnya: Jendela yang terbuka ini bisa dibilang sebagai sisi dimana hubungan kita dan orang lain berjalan dengan lancar dan bebas hambatan. Soalnya, kedua pihak saling mengenal dengan baik dan punya banyak informasi tentang dirinya masing masing. Komunikasi yang lancar ini membuat konflik jadi gampang dihindari. Misalnya, anak buah kita di OSIS nggak ragu untuk curhat tentang masalahnya kepada kita, karena mereka percaya bahwa kita bisa diandalkan dan bisa memberi solusi yang bagus. Mereka juga menjalankan tugasnya dengan baik karena sadar kalau kedisiplinan adalah hal yang kita junjung tinggi.
2. Blind Area
Jendela yang satu ini melukiskan diri kita yang kita sendiri nggak nyadar akan hal itu, tapi orang lain tahu sisi yang bersembunyi dari diri kita, kita itu dibikin “buta” oleh kurangnya wawasan kita mengenai diri sendiri. Maksudnya, ada hal-hal tersembunyi dari diri kita yang hanya orang lain yang tahu, uniknya kita sendiri nggak tahu kehadiranya.
Pengaruhnya : Dibalik jendela ini merupakan bagian dimana hubungan kita dengan orang lain berjalan dengan baik, karena kedua belah pihak tahu apa-apa saja di pendampingnya, namun, kurangnya komunikasi bisa hancurin hubungan itu. Apalagi salah ambil langkah. Ambil contoh saja, si A tahu kalau si B orangnya sok tahu, namun saking setianya si A tidak jujur kalau sebenernya ia gerah sama sifat satu itu. Karena itu, si A ninggalin si B tanpa keterangan. Nah, hal seperti  itu bias dicegah dengan adanya komunikasi yang lancar, dengan gitu, gak ada lagi salam perpisahan dan jendela ini bermetamorfosis menjadi sisi jendela Open Area.
3. Hidden Area
Jendela ini adalah daerah yang merupakan antonim dari Blind Area, yaps, jendela ini memperlihatkan hal-hal yang bersifat pribadi, hanya kita yang tahu namun orang lain tidak tahu akan hal ini, misalnya, kita paling jago main basket dari teman teman kita, namun, teman teman sekitar kita tidak pernah mengetahuinya, jendela ini lebih menonjolkan sifat-sifat orang yang pendiam, yang nggak suka bergaul dengan orang lain.
Pengaruhnya : sisi yang ada di hadapan jendela ini hanya akan merugikan satu pihak saja, yaitu pihak yang  selalu menyembunyikan informasi tentang dirinya. Soalnya, pihak ini nggak suka ada orang lain ikut campur dalam masalahnya, biasanya orang ini banyak tertekan karena kemisteriusannya. Akibatnya, orang ini hanya merangkul wawasan tentang diri sendiri, wah, pasti kalau ditanya hari ulang tahun salah satu teman di kelasnya dia bakal ?????
4. Unknow Area
Jendela misteri ini benar-benar misteri dalam diri kita, pasalnya, jendela ini menyembunyikan hal-hal yang kita miliki, karena kurangnya wawasan perihal diri sendiri, hal-hal itu bersembunyi dalam diri kita, seremnya lagi, nggak ada orang yang tahu akan hal ini, ketemu’in aja nggak. Misalnya, kita punya suara biasa saja, namun kita nggak pernah nge-tes suara ke board casting, nah, ketika teman kita me-lelang kesempatan nge-tes di board casting, kita coba atas dukungan teman-teman kita, ternyata hasilnya memuaskan maka bakat kita ini nggak jadi misteri lagi kan?. Nah, Bagi yang ingin melenyapkan jendela misteri ini, satu cara,! hanya dengan tambah pengalaman dengan hal-hal baru.
Pengaruhnya ; wah, basa basi tentang pengaruhnya, memang misteri! Karena kita sendiri nggak tahu apa yang jadi misteri. Yang jelas terbukanya jendela misteri ini merupakan suatu jalan menuju masa depan cerah, seperti yang tertera di atas… kitapun jadi bisa koreksi diri lebih dalam lagi. 
Bagi yang ingin mencoba, cara mainnya, pilih teman yang paling ngerti dirimu. Sahabat atau keluarga, teresrah deh… lalu, minta mereka mengisi kepribadian kita di 4 kolom. Beri nama setiap kolom, contohnya kolom open area, maka temanmu itu akan mengisikan apapun tentang dirimu yang ia tahu dan yang sekiranya kamu juga menyadari itu ada dalam dirimu. Selamat mencoba..

Rabu, 19 Desember 2012

Perayaan Valentine (Masih) Menjadi Kontroversi di Indonesia ?


Valentine, semua orang yang mengenal peradaban pasti pernah mendengar istilah ini. Valentine merupakan suatu perayaan dari kaum borjuis di Eropa dan Amerika untuk menunjukkan serta merayakan hari kasih sayang. Biasanya perayaan ini berupa orang yang saling bertukar kado atau saling memberi coklat, bunga, dan hal-hal lain yang dapat membahagiakan pasangannya.
Mulanya valentine hanya diperuntukkan oleh para pemuka agama tertentu untuk menarik minat masyarakat di sekitar lokasi tempat ibadah agar lebih rajin untuk datang beribadah. Lambat laun kebiasaan ini berlanjut keseluruh lapisan masyarakat hingga sekarang dan bahkan kini meluas hingga ke seluruh penjuru dunia dan kini setiap negara pemuja valentine memiliki persepsi dan perayaan yang berbeda beda.
Di Indonesia sendiri valentine bukan lagi hal tabuh karena keberadaannya pun sudah cukup lama, akan tetapi ada hal-hal yang menyangkut perayaan valentine yang hingga saat ini masih belum dapat diterima masyarakat kita karena diangaap tidak sesuai sejarah, adab, bahkan budaya yang sudah turun-temurun oleh masyarakat kita lakukan. Hal ini tidak lain karena perayaan valentine yang masih dianggap sangat fulgar yaitu belum sesuai dengan apa yang kita anggap benar sekarang.
Salah satunya yaitu keberadaan free seks pada setiap perayaan valentine ini yang dianggap sangat tidak sesuai dengan moral masyarakat kita. Free seks sendiri dilakukan oleh kaum yang memuja valentine karena dianggap dengan melakukan seks kita dapat menunjukkan betapa besar rasa sayang kita terhadap pasangan yang kini berkembang bukan hanya untuk pasangan akan tetepi juga untuk orang orang yang berada dalam suatu pesta perayaan bisa melakukan hal tersebut.
Ini tentu saja tidak bisa kita kita terima begitu saja karena sangat bertolak belakang dengan budaya ataupun nilai-nilai yang masyarakat kita anut. Selain itu, free seks juga dapat dengan mudah menularkan berbagai penyakit apalagi jika orang yang melakukannya tidak mengerti dampak serta efek yang ditimbulkan sehingga perayaan ini juga ditolak oleh beberapa negara di dunia seperti di kawasan timur tengah dan sekitarnya.
Hal lain yang membuat valentine tidak dapat diterima begitu saja oleh masyarakat kita karena biasanya pada saat perayaan valentine, orang-orang di negara pemuja valentine kerap menggunakan minuman keras sebagai media untuk memperlarut dan mengentalkan suasana pesta.
Meskipun demikian, di era modern saat ini valentine mungkin sudah tidak lagi menjadi hal tabuh dan telah masuk ke berbagai negara di dunia. Tentu saja dengan cara mengurangi atau bahkan meniadakan perayaan perayaan yang bersifat negatif seperti free seks dan minuman keras seperti tadi. Mereka hanya mengambil hal positif yang ditimbulkan karena valentine tentu saja dapat mempererat tali silaturrahmi antar sesama. Selain itu masyarakat juga bisa saling mengingat atau bahkan berinteraksi kembali dengan sanak keluarga ataupun kenalan yang sudah lama tidak ditemui.
Dengan perayaan valentine, biasanya pasangan baik yang sudah terikat ikatan pernikahan ataupun yang belum, kembali merajut hubungan seperti sedia kala dengan melupakan hal-hal yang sudah terjadi.
Kita bisa saja menerima budaya barat ini, akan tetapi kita juga harus mengetahui dan mengerti dampak dampak yang akan terjadi apabia kita melakukannya dengan berlebihan. Kita cukup daling bertukar hadiah, tidak perlu sampai bertukar tubuh. Kita hanya perlu meminum apa yang tidak memabukkan, tidak perlu samppai meminum minuman keras. Sekiranya dengan pengertian yang lebih mendalam, segala sesuatu yang bersifat neagatif dapat kita minimalisasi ata bahkan kita hindari. seangangga@gmail.com, twitter.com/seanhatemonday